Kelebihan & Kekurangan Kurma untuk Berbuka Puasa

Buah Kurma
Kelebihan & Kekurangan Buah Kurma untuk Berbuka Puasa

Buah kurma dipercaya sudah ada sejak tahun 4000 Sebelum Masehi. Buah ini juga menjadi makanan yang wajib tersedia untuk berbuka puasa. Adakah bukti kesehatan dari tradisi makan kurma untuk buka puasa?

Manfaat makan kurma untuk buka puasa

  • Sumber mineral
    Kurma kaya akan potasium dan magnesium. Potasium berfungsi untuk membantu kerja sel, jaringan, dan organ dalam tubuh. Potasium merupakan komponen krusial dalam menjaga fungsi jantung dan juga berperan penting untuk memperlancar pergerakan otot sehingga memungkinkan otot-otot di tubuh Anda berkontraksi secara sempurna. Selain itu potasium dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi sehingga dapat memperkecil risiko Anda terkena penyakit jantung.

Sementara itu, magnesium dibutuhkan tubuh untuk membantu proses produksi energi, berperan dalam pembentukan struktur tulang, dan juga dibutuhkan dalam pembentukan DNA. Magnesium juga membantu perpindahan kalsium dan potasium menuju membran sel, ini merupakan suatu proses penting yang berfungsi mempertahankan detak jantung normal dan kontraksi otot yang normal.
Anda membutuhkan kira 300 mg magnesium dan 4700 mg potasium per harinya. Satu cup buah kurma (kira-kira 150 gram) mengandung 964 mg potasium dan 63 mg magnesium. Kandungan potasium dalam kurma lebih banyak jika dibandingkan dengan sebuah pisang berukuran sedang yang hanya mengandung sekitar 420 mg potasium.

  • Sumber serat
    Anda pasti setuju bahwa serat merupakan komponen penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan kita membutuhkan serat untuk berfungsi secara normal. Serat dapat melindungi kita dari konstipasi dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah terutama LDL atau yang Anda kenal dengan kolesterol jahat. Serat juga dapat berikatan dengan substansi yang mengandung senyawa penyebab kanker. Orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi serat antara 30-37 gram per harinya.

Jika selama ini Anda hanya mengenal sayur dan buah sebagai sumber serat, maka kurma dapat menjadi alternatif sumber serat Anda. Lima ons (100 gram) buah khas Timur Tengah ini mengandung 11,8 gram serat, yang hampir mencukupi setengah dari kebutuhan serat harian Anda.

Efek samping kurma yang kurang baik

  • Tinggi karbohidrat
    Meskipun karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, tetapi Anda mungkin harus berpikir ulang jika ingin makan kurma untuk memenuhi asupan karbohidrat Anda. Pasalnya, 5 ons (100 gram) kurma memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 110 gram sementara kebutuhan karbohidrat Anda hanya berkisar antara 300-400 gram per harinya. Dengan makan 100 gram kurma Anda sudah memenuhi sekitar 30% kebutuhan karbohidrat Anda dalam sehari.

Jika Anda mengonsumsi kurma berlebihan maka bukan tidak mungkin Anda tidak sadar asupan karbohidrat Anda sudah melebihi kebutuhan. Hal ini tentu bisa menyebabkan kegemukan dan penyakit lainnya.

  • Tinggi gula
    Dalam 100 gram kurma terkandung gula sebanyak 66 gram. Ini melebihi batas konsumsi gula yang dianjurkan yaitu 4 sendok makan per hari atau setara dengan 50 gram. Konsumsi gula yang terlalu tinggi tentunya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah kegemukan. Gula yang berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak pada tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti misalnya diabetes, jantung, dan stroke. Jika Anda cenderung makan dengan porsi banyak saat berbuka puasa, Anda mungkin ingin mengurangi konsumsi kurma sebelum makan.

Jika Anda mengonsumsi kurma untuk berbuka puasa, maka perhatikan jumlahnya. Jika Anda makan terlalu banyak kurma, Anda mungkin ingin mengurangi porsi makan besar Anda untuk menjaga keseimbangan asupan karbohidrat dan gula Anda.

No comments yet

leave a comment

*

*

*